Thursday, 17 January 2013

PEMECAHAN KOLONI TRIGONA SP



Bagaimana cara memperbanyak KOLONI TRIGONA sp ?
 
Memperbanyak koloni trigona sp memang terlihat cukup mudah namun tingkat keberhasilan masih 50% menurut apa yang pernah saya lakukan perbanyakan koloni atau pemecahan koloni banyak dipengaruhi oleh faktor lingkungan antara lain :
a. Cuaca
Perbanyakan koloni waktu musim panas atau hujan sangatlah menentukan, karena pada waktu hujan lebah tidak melakukan aktifitas mencari pakan ataupun getah sehingga jika dilakukan pada waktu musim hujan waktu lebah untuk membangun pertahanan sarang lebih lambat sehingga lebah dikerumuni semut sarang berjamur dll.
b. Pemangsa Lebah (Semut)
Perbanyakan dimusim panas maupun hujan tidak lepas dari ancaman khususnya semut. pergerakan semut yang begitu cepat baik itu semut pemakan madu atau semut pemangsa lebah dapat membuat lebah kabur oleh karena itu pada waktu pemecahan koloni terlebih dahulu membersihkan lokasi dari semut atau membuat tempat bebas semut
c. Ketersediaan Pakan 
Ketersedian pakan tentunya mempengaruhi lebah dalam bekerja dengan tersedianya pakan yang cukup lebah pasti berkembang biak dengan baik seperti halnya hewan ternak lainnya.
d. Lebah Ratu
Nah ini ane juga blom tau ilmu pasti apakah ratu lebah terbentuk karena sudah ada calon ratu baru pada telur atau ratu terbentuk karena pemilihan ratu. Kenapa demikian setiap saya melakukan pemindahan  bentuk dan ukuran telur hampir sama dan tidak terdapat ukuran tubuh prajurit yang menyerupai ratu.  meskipun seperti itu terkadang terbentuk ratu baru.
Dari beberapa sarang yang pernah saya pelihara terkadang memiliki  2 dua ekor ratu lebah dalam satu koloni, sehingga jika seperti ini memudahkan pemecahan koloni.

Persiapan 
a. Koloni
Tahap persiapan yang utama yaitu dengan mempersiapkan koloni lebah dengan prajurit yang bayak dan sehat. koloni lebah sehat biasanya terlihat dari perkembangan lebah seperti dari telur dan prajurit yang banyak.
 b. Stup
Stup yang digunakan untuk pemindahan diupayakan tidak terlalu besar atau menggunakan bambu dengan satu ruas. Jika menggunakan stup diupayakan bisa tertutup rapat atau tidak terdapat celah yang memungkinkan semut bisa masuk dengan leluasa.
c. Tempat Bebas Semut
Untuk mengamankan stup pecahan diupayakan bebas dari jangkauan semut yaitu dengan membuat gantungan dengan di ikatkan benang yang telah di berikan oli atau membuat meja bebas semu

Pelaksanaan
  
Ambil koloni yang akan dipecah, kemudian buka tutup dan ambil telur yang banyak kerumunan lebah secukupnya kemudian pindah ke stup barus setelah itu tutup rapat stup baru dan ambil sedikit getah pada pintu sarang lama dan di rekatkan pada pintu  yang telah disiapkan pada stup baru kemudian simpan di area bebas semut. kemudian stup lama dipindahkan ke posisi yang berbeda (sekitar 10 meter) bukan tempat biasa di letakkan dengan tujuan lebah yang bisa terbang tidak kembali ke sarang lama bersama ratu lebah.


Catatan :
Pemecahan koloni dilakukan pada waktu malam hari dengan tujuan lebah yang bisa terbang dapat dipindah pada stup yang baru.




    Selamat mencoba..................
    jika berhasil ataupun gagal mari berbagi pengalaman

    Friday, 11 January 2013

    LEBAH TRIGONA SP (NYanteng) di LOMBOK


    LEBAH TRIGONA SP (NYanteng) di LOMBOK

    Trigona sp adalah lebah kecil menyerupai lalat yang dapat menghasilkan madu dan propolis. Trigona merupakan spesies dari genus Melliponini yang mempunyai ciri khas  dapat  menghasilkan  propolis  selain  madu.  Trigona  merupakan lebah  madu  yang  tidak memmiliki  sengat berbeda dengan lebah lainnya,  sehingga untuk mempertahankan diri  lebah  ini  memproduksi  propolis yang berupa getah.
    Trigona sp di pulau Lombok dikenal dengan sebutan “Nyanteng” (Lombok timur, Lombok Barat) “Keledan” (Lombok Barat, Lombok Utara) NYuktales (Lombok Tengah) dan untuk beberapa daerah di Indonesia dikenal dengan sebutan Kelenceng, Kelulut dll
     
    Trigona sp di Lombok pada umumnya banyak kita temukan dipemukiman masyarakat mereka hidup dan berkembang biak secara liar pada tempat tertentu yang disukainya, di Lombok sendiri trigona banyak kita temukan pada tiang bambu, pada batu, pondasi rumah, kayu lapuk, batang kelapa dll.
    Trigona alias “Nyanteng” sebenarnya tidak asing lagi bagi masyarakat Lombok,  Madu ("manisan") dan Getah (propolis) trigona sudah banyak dimanfaatkan sejak jaman doloe  dimana getah (propolis) digunakan untuk menyambung benang yang putus dan merekatkan dalam proses pembuatan kain tenun sasak dan madunya selain dikonsumsi digunakan untuk obat seperti obat  luka, obat patah, obat penyakit dalam dll. Manfaat Nyanteng sebenarnya sudah banyak diketahui oleh masyarakat namun masih banyak masyarakat belum mengetahi teknik budidaya lebah ini.
    Budidaya trigona di pulau Lombok  sudah mulai dilakukan oleh beberapa peternak baik itu dikabupaten Lombok Timur, Lombok Barat dan Lombok Utara. dimana dibeberapa peternak sudah memiliki sekitar 15 s/d 800 koloni/stup per orang dan untuk ukuran stup masih  bervariasi tergantung peternak karna belum ada standar ukuran stup.

    Budidaya lebah ini sendiri tergolong mudah dan murah berbeda dengan lebah lainnya dimana lebah trigona ini tidak mudah kabur, tidak memiliki sengat dan tidak terikat pada musim panen (tidak harus tepat waktu)  namun kekurangan lebah ini produksi madu sangat sedikit dibanding lebah lainnya yaitu untuk mendapatkan madu 1 (satu)  liter madu membutuhkan waktu hingga satu tahun namun kekurangan itu bisa ditutupi dengan melakukan perbanyakan koloni/stup karena trigona bersifat bertahan atau tidak mudah kabur.
    Madu NYanteng, untuk sekarang ini untuk pasaran belum begitu dikenal masyarakat lokal, karena untuk di pulau Lombok produk madu yang dijual masih madu Sumbawa karena madu trigona tidak sebanyak madu sumbawa. untuk harga madu  cukup bervariasi tergantung pemasaran yaitu satu botol madu trigona harganya berkisar antara  Rp. 125.000,- s/d 200.000,- per botol/600cc sedangkan madu sumbawa berkisar antara Rp.100.000,- s/d 150.000,-/ botol 600cc.
    Untuk meningkatkan pendapatan masyarakat dari budidaya lebah trigona sp perlu dilakukan sosialisasi dan pelatihan  pelatihan tentang budidaya lebah trigona di Lombok   supaya masyarakat dapat memanfaatkan lebah trigona yang semula dibuang menjadi mata pencaharian atau minimal untuk konsumsi keluarga.



    Ada beberapa kelebihan Trigona :
    a.       Tidak memiliki sengat
    b.      Tidak mudah kabur
    c.       Pada malam hari tidak keluar dari sarang
    d.      Memproduksi propolis
    e.   Pemanenan tidak harus tepat waktu


    Semoga Bermanfaat...




    Lebah Ratu Trigona, Lebah Kelenceng, Lebah Kelulut, Budidaya Trigona Sp