Friday, 11 January 2013

LEBAH TRIGONA SP (NYanteng) di LOMBOK


LEBAH TRIGONA SP (NYanteng) di LOMBOK

Trigona sp adalah lebah kecil menyerupai lalat yang dapat menghasilkan madu dan propolis. Trigona merupakan spesies dari genus Melliponini yang mempunyai ciri khas  dapat  menghasilkan  propolis  selain  madu.  Trigona  merupakan lebah  madu  yang  tidak memmiliki  sengat berbeda dengan lebah lainnya,  sehingga untuk mempertahankan diri  lebah  ini  memproduksi  propolis yang berupa getah.
Trigona sp di pulau Lombok dikenal dengan sebutan “Nyanteng” (Lombok timur, Lombok Barat) “Keledan” (Lombok Barat, Lombok Utara) NYuktales (Lombok Tengah) dan untuk beberapa daerah di Indonesia dikenal dengan sebutan Kelenceng, Kelulut dll
 
Trigona sp di Lombok pada umumnya banyak kita temukan dipemukiman masyarakat mereka hidup dan berkembang biak secara liar pada tempat tertentu yang disukainya, di Lombok sendiri trigona banyak kita temukan pada tiang bambu, pada batu, pondasi rumah, kayu lapuk, batang kelapa dll.
Trigona alias “Nyanteng” sebenarnya tidak asing lagi bagi masyarakat Lombok,  Madu ("manisan") dan Getah (propolis) trigona sudah banyak dimanfaatkan sejak jaman doloe  dimana getah (propolis) digunakan untuk menyambung benang yang putus dan merekatkan dalam proses pembuatan kain tenun sasak dan madunya selain dikonsumsi digunakan untuk obat seperti obat  luka, obat patah, obat penyakit dalam dll. Manfaat Nyanteng sebenarnya sudah banyak diketahui oleh masyarakat namun masih banyak masyarakat belum mengetahi teknik budidaya lebah ini.
Budidaya trigona di pulau Lombok  sudah mulai dilakukan oleh beberapa peternak baik itu dikabupaten Lombok Timur, Lombok Barat dan Lombok Utara. dimana dibeberapa peternak sudah memiliki sekitar 15 s/d 800 koloni/stup per orang dan untuk ukuran stup masih  bervariasi tergantung peternak karna belum ada standar ukuran stup.

Budidaya lebah ini sendiri tergolong mudah dan murah berbeda dengan lebah lainnya dimana lebah trigona ini tidak mudah kabur, tidak memiliki sengat dan tidak terikat pada musim panen (tidak harus tepat waktu)  namun kekurangan lebah ini produksi madu sangat sedikit dibanding lebah lainnya yaitu untuk mendapatkan madu 1 (satu)  liter madu membutuhkan waktu hingga satu tahun namun kekurangan itu bisa ditutupi dengan melakukan perbanyakan koloni/stup karena trigona bersifat bertahan atau tidak mudah kabur.
Madu NYanteng, untuk sekarang ini untuk pasaran belum begitu dikenal masyarakat lokal, karena untuk di pulau Lombok produk madu yang dijual masih madu Sumbawa karena madu trigona tidak sebanyak madu sumbawa. untuk harga madu  cukup bervariasi tergantung pemasaran yaitu satu botol madu trigona harganya berkisar antara  Rp. 125.000,- s/d 200.000,- per botol/600cc sedangkan madu sumbawa berkisar antara Rp.100.000,- s/d 150.000,-/ botol 600cc.
Untuk meningkatkan pendapatan masyarakat dari budidaya lebah trigona sp perlu dilakukan sosialisasi dan pelatihan  pelatihan tentang budidaya lebah trigona di Lombok   supaya masyarakat dapat memanfaatkan lebah trigona yang semula dibuang menjadi mata pencaharian atau minimal untuk konsumsi keluarga.



Ada beberapa kelebihan Trigona :
a.       Tidak memiliki sengat
b.      Tidak mudah kabur
c.       Pada malam hari tidak keluar dari sarang
d.      Memproduksi propolis
e.   Pemanenan tidak harus tepat waktu


Semoga Bermanfaat...




Lebah Ratu Trigona, Lebah Kelenceng, Lebah Kelulut, Budidaya Trigona Sp

No comments:

Post a Comment