MADU SUMBAWA adalah madu yang dihasilkan di Pulau Sumbawa dari lebah jenis Apis Dorsata. Pulau Sumbawa adalah salah satu pulau penghasil madu terbaik di Indonesia yang terletak di Propinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Pulau Sumbawa terdiri dari 4 (empat) Kabupaten yaitu Kabupaten Sumbawa Besar, Kabupaten Sumbawa Barat, Kabupaten Bima dan Dompu.
Madu Sumbawa dihasilkan dari hutan alam Sumbawa dari lebah jenis Apis Dorsata yaitu jenis lebah raksasa yang tidak dibudidayakan atau tumbuh dan berkembang biak secara liar di hutan alam sumbawa, jenis lebah ini di daerah lain juga banyak untuk di sumbawa sendiri lebah ini oleh masyarakat setempat disebut "ANI/ Lani"
Berdasarkan pengalaman pribadi, Madu Sumbawa banyak ditemukan hampir diseluruh kabupaten di Pulau Sumbawa mulai dari pegunungan hingga daerah pantai. tempat berkembang biak lebah ini banyak ditemukan pada pohon dan tebing.
Madu Sumbawa memiliki warna dan cita rasa yang bervariasi tergantung pakan yaitu bunga dan vegetasi hutan tempat berkembang biak. untuk daerah sumbawa sendiri keanekaragaman pakan lebah sangat bervariasi muali dari bunga rumput, bunga pohon "masih banyak dan alami"
Perburuan Lebah Apis Dorsata di pulau Sumbawa sendiri masih
tradisional yaitu perburuan madu dilakukan dengan mencari di tengah
hutan atau beberapa pohon yang biasa dijadikan tempat bersarang lebah
yang sering di sebut “Boan”, berdasarkan survey yang pernah saya lakukan
pada satu pohon (“Boan”) lebah yang bersarang mencapai 80 sarang
(Koloni)di daerah Piong Kore kabupaten Bima, sedangkan pada tebing
biasa mencapai 30 sarang(koloni) di daerah Olat Rawa, Moyo Hilir
kabupaten Sumbawa Besar.
Madu Sumbawa memiliki cita rasa dan warna
yang beranekaragam tergantung pakan lebah itu sendiri yaitu bunga
pohon, semak, atau tanaman sesuai dengan vegetasi yang ada di
habitatnya. Dalam satu musim warna dan rasa belum tentu sama karena
masing - masing koloni (lebah) mengambil makanan berupa nektar dan
serbuk sari dari sumber yang berbeda.
Encer tidaknya madu
dipengaruhi oleh kadar air madu, kadar air sendiri dipengaruhi beberapa
hal antara lain; pengaruh musim hujan/panas, pengaruh pemanenan dan
penyimpanan. Pemanenan yang dilakukan pada musim hujan di pulau Sumbawa
biasanya memiliki kadar air yang tinggi begitu pula sebaliknya pemanenan
pada musim panas memiliki kadar air yang lebih rendah akan tetapi
pemanenan pada musim hujan maupun panas bukanlah patokan karena kadar
air dipengaruhi juga pada proses pemanenan dan penyimpanan karena madu
memiliki sifat “Higroskopis” yaitu madu mampu menarik atau mengikat air
dari udara, di pulau Sumbawa masyarakat dalam peroses pemanenan masih
menggunakan wadah (ember) yang terbuka dalam proses pemanenan sehingga
mempengaruhi kadar air madu.
MENJUAL MADU SUMBAWA
Lebih jelas / konsultasi :
edi kurniawan
Hp. 081803630092
PIN : 76125BBE
Saya menjual madu sumbawa dengan sumber yang jelas merupakan petani binaan KEHUTANAN dan JMHS (Jaringan Madu Hutan Alam Sumbawa)
- Higienis
- Sistem tiris
edi kurniawan
Hp. 081803630092
PIN : 76125BBE
MENJUAL MADU SUMBAWA
Saya menjual madu sumbawa dengan sumber yang jelas merupakan petani binaan KEHUTANAN dan JMHS (Jaringan Madu Hutan Alam Sumbawa)
- Sumber Jelas
- Higienis
- Sistem tiris
EDI KURNIAWAN
Hp. 081803630092
PIN : 76125BBE






No comments:
Post a Comment