Tuesday, 24 May 2016

PEMANENAN MADU DAN PROPOLIS TRIGONA



PEMANENAN MADU DAN PROPOLIS TRIGONA
(Trigona clypearis dan Trigona sapiens  )
Oleh : Edi Kurniawan
Abstrak
Trigona spp merupakan lebah tanpa sengat yang menghasilkan propolis selain madu dan bee bread (roti lebah). Pengenalan hasil produk perlebahan dan bagaimana budidaya Trigona spp kepada masyarakat sangat penting untuk meningkatkan pendapatan masyarakat karena secara tidak sadar keberadaan lebah Trigona spp ini banyak disekitar mereka. Untuk meningkatkan kualitas madu dan propolis dibutuhkan Teknik pemanenan  yang baik dan benar, dengan menggunakan alat sesuai standar makanan (food gread) dan higienis pembudidaya diharapkan mampu menghasilkan madu dan propolis  yang berkualitas dan memenuhi kriteria kualitas pembeli . pemanenan dengan ditiris lebih baik dibanding dengan diperas karena menghasilkan madu yang bersih bening dan  pembersihan propolis mentah lebih mudah. 

PENDAHULUAN
  1. Latar Belakang
Trigona spp merupakan lebah tanpa sengat yang menghasilkan propolis selain madu dan bee bread (roti lebah). flavonoid yang terkandung dalam propolis bermanfaat untuk manusia dimana Flavonoid adalah zat antioksidan yang mempunyai fungsi memperlancar peredaran darah, menyembuhkan penyakit, dan menambah daya tahan tubuh.  Madu dan propolis sudah banyak dikenal dikalangan masyarakat sebagai obat untuk segala macam penyakit sehingga kebutuhan masyarakat akan madu meningkat sehingga diperlukan langkah - langkah budidaya trigona sebagai penghasil propolis.
Trigona, Ada beragam jenis  trigona di dunia dan penyebaran Trigona spp di Indonesia sangat beraneka ragam, Sumatra ada sekitar 31 jenis, Kalimantan ada 40 jenis, Jawa 14 jenis, dan Sulawesi ada 3 jenis (Guntoro, 2013). Beberapa jenis diantaranya adalah T. Minangkabau dan T. fimbriata (Sumatra), T. apicalis dan T. incisa (Kalimantan), T. terminata dan T. Incisa (Sulawesi), T. laeviceps dan T. moorei (Jawa), sedangkan di Nusa Tenggara Barat teridentifikasi 2 jenis yaitu Trigona clypearis dan Trigona sapiens (BPTHHBK, 2012)
Budidaya lebah Trigona spp menghasilkan 3 produk yaitu Madu, bee bread (roti lebah) dan Propolis mentah (raw propolis) yang pada umumnya  belum banyak diketahui masyarakat, pengetahuan tentang lebah dimasyarakat sangat minim, produk perlebahan yang dikenal hanyalah madu saja sedangkan propolis dan bee bread dibuang begitu saja. Pengenalan produk perlebahan dan bagaimana budidaya Trigona kepada masyarakat sangat penting untuk meningkatkan pendapatan masyarakat karena Secara tidak sadar keberadaan lebah trigona ini banyak disekitar mereka.
Untuk meningkatkan kualitas produksi madu dan raw propolis (propolis mentah) dibutuhkan cara pemanenan  yang baik dan benar, dengan menggunakan peralatan  sesuai standar makanan (food gread), pemanenan yang bersih higienis  pembudidaya mampu menghasilkan produk yang berkualitas dan memenuhi kriteria kualitas pembeli. Kebiasaan masyarakat masih kurang memperhatikan  tentang cara pemanenan yang baik hanya dengan peralatan seadanya dan kurang bersih dan madu masih dibiarkan dalam keadaan terbuka.
Proses ekrtasi madu Trigona sp pada umumnya dilakuakan dengan 3 cara yaitu diperas, ditiris dan disedot dengan alat vacum akan tetapi untuk di pulau Lombok pemanenan dilakukan dengan dua cara yaitu dengan cara diperas dan ditiris.
  1. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, penyusun merumuskan rumusan masalah sebagai berikut :
a.       Apa saja  peralatan yang baik untuk memanen madu 
b.      Bagaimana memanen madu dan propolis yang baik memenuhi keriteria pem beli

METODOLOGI
Data diambil dengan 2 (dua) metode. Metode awal yaitu pengambilan data dari lapangan yang berupa hasil observasi lapangan dan wawancara dengan para pembudidaya. Metode selanjutnya adalah studi pustaka, agar data lebih optimal dan mempunyai dasar yang jelas. Olahan data disajikan dalam bentuk narasi deskriptif.




HASIL PEMBAHASAN
  1. Produk Trigona spp
Pemanenan produk perlebahan Trigona spp ini meliputi 3 jenis produk yang dihasikan  yaitu :
1.      Madu
Menurut Standar Nasional Indonesia (SNI) 01-3545-1994, madu adalah cairan manis yang dihasilkan oleh lebah madu berasal dari berbagai sumber nectar
2.      Bee bread (roti lebah)
Bee bread adalah unsur reproduksi jantan pada tumbuhan yang berbentuk debu halus yang dikumpulkan oleh lebah untuk dijadikan bahan makanan
3.      Raw Propolis (propolis mentah)
Raw propolis adalah getah yang dihasilkan untuk mempertahankan diri yang berfunsi untuk sarang dari gangguan luar
Namun untuk di Lombok, pemanenan produk trigona masih terbatas pada pemanenan madu dan  propolis mentah sedangkan  bee bread  belum dilakukan karena belum ada pasar yang mampu menerima bee bread. Sebagian masyarakat memanfaatkan bee bred untuk obat dan untuk membuat minuman kesehatan.

  1. PERSIAPAN BAHAN dan ALAT
Persiapan pemanenan hasil sangat menentukan untuk menghasilkan madu dan propolis berkualitas agar produk perlebahan laku dipasaran dan memenuhi kriteria kualitas pembeli.  Pemanenan madu dan propolis lebah trigona cukup mudah, namun tetap harus mempertahankan kehiginiesannya. Agar pemanenan madu trigona tetap higienis, ada beberapa hal yang harus diperhatikan   yaitu :
1.      Peralatan pemanenan dan penyimpanan sesuai standar makanan
Pemanenan madu yang baik harus menggunakan alat dari bahan yang sesuai standar makanan (food grade) dengan tujuan madu yang dihasilkan  tidak tercampur oleh bahan  berbahaya yang terkandung dalam alat maupun wadah penyimpanan sebagaimana disebutkan sesuai dengan standar  SNI 01-3545-2013 dimana alat seperti Pisau Stenless steel, Ember atau wadah sesuai standar makanan (food grade), Saringan plastic standar makanan (food grade)/ Stailess stel 100 mesh dan Keranjang plastic standra Makanan (food grade)

2.      Madu memiliki sifat Higroskopis
Madu memiliki karakteristik bersifat higroskopis yaitu kemampuan suatu bahan untuk menarik air dari udara sekitar, Usahakan dalam proses pemanenan madu jangan biarkan dalam keadaan terbuka untuk meminimalisasi banyaknya air yang terserap, Usahakan wadah penyimpanan madu tertutup rapat.
Sesuai  standar SNI 01-3545-2013  kadar air madu maximal sebesar 22%. Salah satu kendala yang dihadapi oleh negara seperti Indonesia adalah kelembaban relative udara (RH) yang cukup tinggi (sekitar 60-90%), sehingga pada umumnya madu di Indonesia berkadar air tinggi dan pada temperature yang relative tinggi, madu akan menyerap air sehingga makin encer dan mudah terfermentasi.
3.      Penyimpanan madu dan raw propolis 
Penyimpanan madu dilakukan pada tempat yang sejuk atau pada tempat yang tidak terlalu panas karena mempengaruhi mempengaruhi kualitas madu. penyimpanan raw propolis tergantung permintaan pasar dan industri pengolahan raw propolis. Untuk permintaan pasaran di Lombok, raw propolis yang diterima pasaran tanpa melui pemanasan atau dilelehkan, propolis cukup dibersihkan dan dipres kemudian penyimpanan harus  harus dilemari es suhu rendah (prezer) karena penyimpanan propolis mentah sembarangan dapat menyebabkan tumbuhnya jamur sehingga tidak laku dipasaran

Adapun peralatan  yang dibutuhkan dalam melakukan pemanenan lebah Trigona spp sbb :
1.      Pisau stenless
2.      Sarung Tangan
3.      Topi lebah
4.      Dandang tiris stainless
5.      Saringan Stenless dan saringan kasa
6.      Wadah penyimpanan bee bread
7.      Botol/ Cerigen
8.      Sendok

9.        Garpu
  1. PEMANENAN
Pemanenan trigona cukup mudah namun dibutuhkan kesabaran karena pemanenan trigona pada stup atau gelodok dilakukan dengan hati - hati agar koloni lebah tidak banyak yang mati dan madu tidak tercampur dengan bee bread. Proses pemanenan madu dan raw propolis tergantung cara ektraksi yaitu mengeluarkan madu dari kantung madu. pada umumnya proses ektraksi madu Trigona spp dari kantung dilakukan dengan 3 cara yaitu diperas, ditiriskan dan penyedotan vacuum. Untuk di Pulau Lombok pembudidaya  pemanenan dilkukan dengan dua cara yaitu diperas dan ditiris. Adapun proses pemanenan trigona spp di Lombok  sebagai berikut :
1.      Pemanenan dengan diperas
a.      Ambil wadah penyimpanan disiapkan terpisah antara kantung madu dan bee bread (roti lebah) karena apabila tercampur mempengaruhi kualitas madu.
b.      Sebelum melakukan pemanenan harus memperhatikan ratu lebah pastikan tidak terdapat pada kantung madu atau bee bread karena dihawatirkan ratu lebah ikut pada kantung madu yang dipanen dapat menggangu perkembangbiakan koloni.
c.       Pemanenan produk Trigona dilakukan hanya dengan memotong kantung madu atau kantung bee bread (roti lebah) sedangkan telur jangan diganggu.
d.      Setelah madu dipanen madu dibersihkan dari bee bread dan koloni yang ikut masuk pada kantung madu.
e.       Madu diperas dengan menggunakan sarung tangan atau tangan yang sudah dicuci bersih.
f.        Kelebihan proses diperas dapat dilakukan tanpa alat tiris cukup dengan alat seadanya akan tetapi pembersihan kantung madu memakan waktu lama biasanya tidak maksimal sehingga madu dan propolis yang dihasilkan menjadi kotor.

2.      Pemanenan dengan ditiris
a.      Ambil wadah penyimpanan disiapkan terpisah antara kantung madu dan bee bread (roti lebah) karena apabila tercampur mempengaruhi kualitas madu.
b.      Sebelum melakukan pemanenan harus memperhatikan ratu lebah pastikan tidak terdapat pada kantung madu atau bee bread karena dihawatirkan ratu lebah ikut pada kantung madu yang dipanen dapat menggangu perkembangbiakan koloni.
c.       Pemanenan produk Trigona dilakukan hanya dengan memotong kantung madu atau kantung bee bread (roti lebah) sedangkan telur jangan diganggu.
d.      Kemudian kantung madu diletakkan didalam dandang tiris atau disobek sobek sambil memperhatikan bee bread yang terdapat pada kantung madu. Madu dibiarkan merembes atau menetes sendiri sampai habis.
e.      Kelebihan menggunakan tiris ini madu yang dihasilkan lebih jernih dan propolis lebih mudah untuk dibersihkan, akan tetapi membutuhkan waktu lebih lama untuk menunggu madu menetes semua.
  1. PEMEROSESAN RAW PROPOLIS
Proplis mentah Trigona spp untuk dipulau Lombok sudah diminati pengusaha dengan standar harga Rp. 150.000,- s/d Rp.250.000,- tergantung dari kualitas yang di hasilkan dan cara pengolahan, semakin baik cara pengolahan maka harga semakin tinggi. Adapun cara pengolahan propolis mentah siap jual yang disarankan dengan teknik biasa (mahani,2015) sbb:
Peralatan:
1.      Cetakan kayu
2.      Pengepres kayu
3.      Alat pembersih sisa propolis
4.      Plastik bening
5.      Gunting
6.      Minyak goreng
Cara Penangananan :
1.      Siapkan cetakan kayu, lalu tempatkan plastic diatasnya, masukkan propolis diatas palstik lalu tekan menggunakan kayu hingga berbentuk sesuai cetakan. Tutupkan plastic hingga menyelimuti seluruh permukaan propolis. Pastikan tiap lempeng propolis memiliki bobot 1 kg.
2.      Supaya tidak lengket, tangan, cetakan kayu dan kayu pengepres diolesi minyak goreng baru secukupnya.
3.      Agar mutu propolis bertahan lama, masukkan lempeng propolis ke dalam lemari es.
Kekurangan:
1.      Propolis tidak murni (mengandung sisa madu, pollen atau benda asing lainnya)
2.      Kurang awet, kecuali disimpan didalam freezer
3.      Perlu disimpan di lemari pendingin
Keunggulan:
1.      Biaya murah
2.      Praktis dan mudah dalam pengerjaan




KESIMPULAN
Dari pembahasan diatas dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :
-          Peralatan pemenenan madu harus menggunakan alat sesuai standar makanan (food gread) dengan tujuan terhindar dari bahan berbahaya
-          Pemenan dengan ditiris lebih baik karena hasil madu lebih jernih dan memudahkan  pembersihan propolis
-          Pengolahan raw propolis dengan cara biasa mudah dilakukan  dengan biaya murah akan terapi harus sesuai kriteria kualiatas pembeli agar dapat meningkatkan harga jual raw propolis.












No comments:

Post a Comment