(Trigona
clypearis dan Trigona sapiens )
Oleh : Edi
Kurniawan
Abstrak
Trigona
spp merupakan lebah tanpa sengat yang menghasilkan propolis selain madu dan bee
bread
(roti lebah). Pengenalan hasil produk perlebahan dan bagaimana budidaya Trigona
spp kepada masyarakat sangat penting untuk meningkatkan pendapatan masyarakat
karena secara tidak sadar keberadaan lebah Trigona spp ini banyak disekitar
mereka. Untuk meningkatkan kualitas madu dan propolis dibutuhkan Teknik pemanenan
yang baik dan benar, dengan menggunakan
alat sesuai standar makanan (food gread) dan higienis pembudidaya diharapkan mampu
menghasilkan madu dan propolis yang berkualitas
dan memenuhi kriteria kualitas pembeli . pemanenan dengan ditiris lebih baik dibanding
dengan diperas karena menghasilkan madu yang bersih bening dan pembersihan propolis mentah lebih mudah.
PENDAHULUAN
- Latar Belakang
Trigona
spp merupakan lebah tanpa sengat yang
menghasilkan propolis selain madu dan bee bread
(roti lebah). flavonoid yang terkandung dalam propolis
bermanfaat untuk manusia dimana Flavonoid adalah zat antioksidan yang mempunyai
fungsi memperlancar peredaran darah, menyembuhkan penyakit, dan menambah daya
tahan tubuh. Madu dan propolis sudah banyak dikenal
dikalangan masyarakat sebagai obat untuk segala macam penyakit sehingga kebutuhan
masyarakat akan madu meningkat
sehingga diperlukan langkah - langkah budidaya trigona sebagai penghasil
propolis.
Trigona, Ada beragam jenis trigona di dunia dan penyebaran Trigona spp di Indonesia
sangat beraneka ragam, Sumatra ada sekitar 31 jenis, Kalimantan ada 40 jenis,
Jawa 14 jenis, dan Sulawesi ada 3 jenis (Guntoro, 2013). Beberapa jenis
diantaranya adalah T. Minangkabau dan T. fimbriata (Sumatra), T. apicalis dan
T. incisa (Kalimantan), T. terminata dan T. Incisa (Sulawesi), T. laeviceps dan
T. moorei (Jawa), sedangkan di Nusa Tenggara Barat teridentifikasi 2 jenis
yaitu Trigona clypearis dan Trigona sapiens (BPTHHBK, 2012)
Budidaya lebah Trigona spp menghasilkan 3 produk yaitu Madu, bee bread (roti
lebah) dan Propolis mentah (raw propolis) yang pada umumnya belum banyak diketahui masyarakat,
pengetahuan tentang lebah dimasyarakat sangat minim, produk perlebahan yang
dikenal hanyalah madu saja sedangkan propolis dan bee bread dibuang begitu saja.
Pengenalan produk perlebahan dan bagaimana budidaya Trigona kepada masyarakat
sangat penting untuk meningkatkan pendapatan masyarakat karena Secara tidak
sadar keberadaan lebah trigona ini banyak disekitar mereka.
Untuk meningkatkan kualitas produksi madu dan raw
propolis (propolis mentah) dibutuhkan cara pemanenan yang baik dan benar, dengan menggunakan
peralatan sesuai standar makanan (food
gread), pemanenan yang bersih higienis pembudidaya
mampu menghasilkan produk yang berkualitas dan memenuhi kriteria kualitas
pembeli. Kebiasaan masyarakat masih kurang memperhatikan tentang cara pemanenan yang baik hanya dengan
peralatan seadanya dan kurang bersih dan madu masih dibiarkan dalam keadaan
terbuka.
Proses ekrtasi madu Trigona sp pada umumnya
dilakuakan dengan 3 cara yaitu diperas, ditiris dan disedot dengan alat vacum akan
tetapi untuk di pulau Lombok pemanenan dilakukan dengan dua cara yaitu dengan
cara diperas dan ditiris.
- Rumusan Masalah
Berdasarkan latar
belakang masalah di atas, penyusun merumuskan rumusan masalah sebagai berikut :
a.
Apa saja peralatan yang baik untuk memanen madu
b.
Bagaimana memanen madu
dan propolis yang baik memenuhi keriteria pem beli
METODOLOGI
Data diambil
dengan 2 (dua) metode. Metode awal yaitu pengambilan data dari lapangan yang
berupa hasil observasi lapangan dan wawancara dengan
para pembudidaya. Metode selanjutnya adalah
studi pustaka, agar data
lebih optimal dan mempunyai dasar yang jelas.
Olahan data disajikan dalam bentuk narasi deskriptif.
HASIL PEMBAHASAN
- Produk Trigona spp
Pemanenan
produk perlebahan Trigona spp ini meliputi 3 jenis produk yang dihasikan yaitu :
1.
Madu
Menurut Standar Nasional Indonesia (SNI)
01-3545-1994, madu adalah cairan manis yang dihasilkan oleh lebah madu berasal
dari berbagai sumber nectar
2.
Bee bread (roti lebah)
Bee bread adalah unsur reproduksi jantan
pada tumbuhan yang berbentuk debu halus yang
dikumpulkan oleh lebah untuk dijadikan bahan makanan
3.
Raw Propolis (propolis
mentah)
Raw
propolis adalah getah yang dihasilkan untuk mempertahankan diri yang berfunsi
untuk sarang dari gangguan luar
Namun
untuk di Lombok, pemanenan produk trigona masih terbatas pada pemanenan madu
dan propolis mentah sedangkan bee bread belum dilakukan karena belum ada pasar yang mampu
menerima bee bread. Sebagian masyarakat memanfaatkan bee bred untuk obat dan
untuk membuat minuman kesehatan.
- PERSIAPAN BAHAN dan ALAT
Persiapan pemanenan hasil sangat menentukan untuk
menghasilkan madu dan propolis berkualitas agar produk perlebahan laku dipasaran
dan memenuhi kriteria kualitas pembeli. Pemanenan
madu dan propolis lebah trigona cukup mudah, namun tetap harus
mempertahankan kehiginiesannya. Agar pemanenan madu trigona tetap higienis, ada
beberapa hal yang harus diperhatikan
yaitu :
1.
Peralatan pemanenan dan
penyimpanan sesuai standar makanan
Pemanenan
madu yang baik harus menggunakan alat dari bahan yang sesuai standar makanan
(food grade) dengan tujuan madu yang dihasilkan tidak tercampur oleh bahan berbahaya yang terkandung dalam alat maupun
wadah penyimpanan sebagaimana disebutkan sesuai dengan standar SNI 01-3545-2013 dimana alat seperti Pisau Stenless steel, Ember atau
wadah sesuai standar makanan (food grade), Saringan plastic standar makanan
(food grade)/ Stailess stel 100 mesh dan Keranjang plastic standra Makanan
(food grade)
2.
Madu memiliki sifat
Higroskopis
Madu
memiliki karakteristik bersifat higroskopis yaitu kemampuan suatu bahan untuk
menarik air dari udara sekitar, Usahakan dalam proses pemanenan madu jangan
biarkan dalam keadaan terbuka untuk meminimalisasi banyaknya air yang terserap,
Usahakan wadah penyimpanan madu tertutup rapat.
Sesuai standar SNI
01-3545-2013 kadar air madu maximal
sebesar 22%. Salah satu
kendala yang dihadapi oleh negara seperti Indonesia adalah kelembaban relative
udara (RH) yang cukup tinggi (sekitar 60-90%), sehingga pada umumnya madu di
Indonesia berkadar air tinggi dan pada temperature yang relative tinggi, madu
akan menyerap air sehingga makin encer dan mudah terfermentasi.
3.
Penyimpanan madu dan raw
propolis
Penyimpanan
madu dilakukan pada tempat yang sejuk atau pada tempat yang tidak terlalu panas
karena mempengaruhi mempengaruhi kualitas madu. penyimpanan raw propolis
tergantung permintaan pasar dan industri pengolahan raw propolis. Untuk permintaan
pasaran di Lombok, raw propolis yang diterima pasaran tanpa melui pemanasan
atau dilelehkan, propolis cukup dibersihkan dan dipres kemudian penyimpanan
harus harus dilemari es suhu rendah (prezer)
karena penyimpanan propolis mentah sembarangan dapat menyebabkan tumbuhnya
jamur sehingga tidak laku dipasaran
Adapun peralatan yang dibutuhkan dalam melakukan pemanenan
lebah Trigona spp sbb :
|
1.
Pisau stenless
2.
Sarung Tangan
3.
Topi lebah
4.
Dandang tiris stainless
5.
Saringan Stenless dan saringan kasa
6.
Wadah penyimpanan bee bread
7.
Botol/ Cerigen
8.
Sendok
|
9.
Garpu
|
- PEMANENAN
Pemanenan trigona cukup mudah namun dibutuhkan
kesabaran karena pemanenan trigona pada stup atau gelodok dilakukan dengan hati
- hati agar koloni lebah tidak banyak yang mati dan madu tidak tercampur dengan
bee bread. Proses pemanenan madu dan raw propolis tergantung cara ektraksi
yaitu mengeluarkan madu dari kantung madu. pada umumnya proses ektraksi madu Trigona spp dari kantung dilakukan
dengan 3 cara yaitu diperas, ditiriskan dan penyedotan vacuum. Untuk di Pulau
Lombok pembudidaya pemanenan dilkukan
dengan dua cara yaitu diperas dan ditiris. Adapun proses pemanenan trigona spp
di Lombok sebagai berikut :
1. Pemanenan dengan
diperas
a.
Ambil wadah penyimpanan
disiapkan terpisah antara kantung madu dan bee bread (roti lebah) karena
apabila tercampur mempengaruhi kualitas madu.
b.
Sebelum melakukan
pemanenan harus memperhatikan ratu lebah pastikan tidak terdapat pada kantung
madu atau bee bread karena dihawatirkan ratu lebah ikut pada kantung madu yang
dipanen dapat menggangu perkembangbiakan koloni.
c.
Pemanenan produk Trigona
dilakukan hanya dengan memotong kantung madu atau kantung bee bread (roti lebah)
sedangkan telur jangan diganggu.
d.
Setelah madu dipanen madu
dibersihkan dari bee bread dan koloni yang ikut masuk pada kantung madu.
e.
Madu diperas dengan menggunakan sarung tangan
atau tangan yang sudah dicuci bersih.
f.
Kelebihan proses diperas
dapat dilakukan tanpa alat tiris cukup dengan alat seadanya akan tetapi pembersihan
kantung madu memakan waktu lama biasanya tidak maksimal sehingga madu dan
propolis yang dihasilkan menjadi kotor.
2. Pemanenan dengan
ditiris
a.
Ambil wadah penyimpanan
disiapkan terpisah antara kantung madu dan bee bread (roti lebah) karena
apabila tercampur mempengaruhi kualitas madu.
b.
Sebelum melakukan
pemanenan harus memperhatikan ratu lebah pastikan tidak terdapat pada kantung
madu atau bee bread karena dihawatirkan ratu lebah ikut pada kantung madu yang
dipanen dapat menggangu perkembangbiakan koloni.
c.
Pemanenan produk Trigona
dilakukan hanya dengan memotong kantung madu atau kantung bee bread (roti
lebah) sedangkan telur jangan diganggu.
d.
Kemudian kantung madu
diletakkan didalam dandang tiris atau disobek sobek sambil memperhatikan bee
bread yang terdapat pada kantung madu. Madu dibiarkan merembes atau menetes
sendiri sampai habis.
e.
Kelebihan menggunakan
tiris ini madu yang dihasilkan lebih jernih dan propolis lebih mudah untuk
dibersihkan, akan tetapi membutuhkan waktu lebih lama untuk menunggu madu
menetes semua.
- PEMEROSESAN RAW PROPOLIS
Proplis mentah Trigona spp untuk dipulau Lombok sudah
diminati pengusaha dengan standar harga Rp. 150.000,- s/d Rp.250.000,-
tergantung dari kualitas yang di hasilkan dan cara pengolahan, semakin baik
cara pengolahan maka harga semakin tinggi. Adapun cara pengolahan propolis
mentah siap jual yang disarankan dengan teknik biasa (mahani,2015) sbb:
Peralatan:
1.
Cetakan kayu
2.
Pengepres kayu
3.
Alat pembersih sisa propolis
4.
Plastik bening
5.
Gunting
6.
Minyak goreng
Cara Penangananan :
1.
Siapkan cetakan kayu, lalu tempatkan plastic diatasnya,
masukkan propolis diatas palstik lalu tekan menggunakan kayu hingga berbentuk
sesuai cetakan. Tutupkan plastic hingga menyelimuti seluruh permukaan propolis.
Pastikan tiap lempeng propolis memiliki bobot 1 kg.
2.
Supaya tidak lengket,
tangan, cetakan kayu dan kayu pengepres diolesi minyak goreng baru secukupnya.
3.
Agar mutu propolis
bertahan lama, masukkan lempeng propolis ke dalam lemari es.
Kekurangan:
1.
Propolis tidak murni (mengandung
sisa madu, pollen atau benda asing lainnya)
2.
Kurang awet, kecuali disimpan
didalam freezer
3.
Perlu disimpan di lemari
pendingin
Keunggulan:
1. Biaya
murah
2. Praktis
dan mudah dalam pengerjaan
KESIMPULAN
Dari
pembahasan diatas dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :
-
Peralatan pemenenan madu
harus menggunakan alat sesuai standar makanan (food gread) dengan tujuan
terhindar dari bahan berbahaya
-
Pemenan dengan ditiris
lebih baik karena hasil madu lebih jernih dan memudahkan pembersihan propolis
-
Pengolahan raw propolis dengan
cara biasa mudah dilakukan dengan biaya
murah akan terapi harus sesuai kriteria kualiatas pembeli agar dapat
meningkatkan harga jual raw propolis.
No comments:
Post a Comment