Tuesday, 1 July 2014

MADU SUMBAWA 3 (TIGA) LEBAH

  
Madu Sumbawa "3 Lebah" merupakan madu hutan yang dihasilkan dari lebah Apis Dorsata atau lebah raksasa yang tidak dibudidayakan  dari Desa Batu Dulang Kecamatan Batu Lanteh Kabupaten Sumbawa Besar merupakan petani binaan Jaringan Madu Hutan Sumbawa (JMHS) dan Kehutanan.

Petani Madu desa Batu Dulang sudah memiliki kelembagaan yang baik dengan menerapkan panen  sistem sunat yaitu panen tanpa memanen keseluruhan sarang hanya memanen bagian madu dengan cara seperti ini telur dan anak lebah tidak mati  lebah tetap hidup dan berkembang biak dan tetap lestari. 

"Pemanenan dengan sistem sunat dengan cara seperti ini lebah menjadi lestari"



 "Madu Hutan hasi panen Kelompok Tani"
 

"Madu 3 lebah" Higienis karena dikelola  mengunakan alat - alat yang terbuat dari stinlees dan tetap menjaga kebersihan madu

"Madu 3 lebah" dikelola dengan sistem tiris dimana sarang lebah tidak diperas untuk tetap menjaga kualitas madu.

"Pengolahan madu dari awal hingga akhir dilakukan tanpa proses pemanasan yang dapat mengurangi kualitas madu"









"Dilakukan penirisan dengan alat yang terbuat dari bahan stinlees "










"Kemudian Madu disaring dengan kain halus khusus untuk penyaringan madu kemudian dilakukan pengemasan /pembotolan"
















PRODUK MADU 3 LEBAH
  • MS 500 ml Rp.100.000,-/ Btl
  • MS 620 ml RP. 120.000,-/Btl
  • MS 240 ml Rp. 60.000,- /Btl
  • Lilin Madu Rp. 65.000,-/Kg
 Lilin Madu


INFO/Konsultasi/Pembelian Partai Besar/ kecil Hubungi :
Edi Kurniawan
HP.081803680092
PIN 76125BBE 
 Menerima pesanan ke Seluruh Indonesia
Untuk KOTA MATARAM 
PBSA (Perimahan Bumi Selaparang Asri) BTN BELENCONG
Jln Giok M2 Midang Gunung Sari Lombok Barat NTB


KEASLIAN DAN KEMURNIAN DIJAMIN 100%







MASU SUMBAWA, MADU JMHS, MADU ASLI, MADU MURNI, MADU, MADU ASLI 100%, MADU APIS DORSATA, MADU ANING, MADU LANI, MADU LANING, MADU INDONESIA, MADU NTB, MADU LOMBOK, MADU MATARAM, MADU DORSATA

Saturday, 14 June 2014

MADU ASLI MURNI SUMBAWA (Apis Dorsata)


MADU SUMBAWA adalah madu yang dihasilkan di Pulau Sumbawa dari lebah jenis Apis Dorsata. Pulau Sumbawa adalah salah satu pulau penghasil madu terbaik di Indonesia yang terletak di Propinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Pulau Sumbawa terdiri dari 4 (empat) Kabupaten yaitu Kabupaten Sumbawa Besar, Kabupaten Sumbawa Barat, Kabupaten Bima dan Dompu.

Madu Sumbawa dihasilkan dari hutan alam Sumbawa dari lebah jenis Apis Dorsata yaitu jenis lebah raksasa yang tidak dibudidayakan atau tumbuh dan berkembang biak secara liar di hutan alam sumbawa, jenis lebah ini di  daerah lain juga banyak untuk di sumbawa sendiri lebah ini oleh masyarakat setempat disebut "ANI/ Lani"

Berdasarkan pengalaman  pribadi, Madu Sumbawa banyak ditemukan hampir diseluruh kabupaten di Pulau Sumbawa mulai dari pegunungan hingga daerah pantai. tempat berkembang biak lebah ini banyak ditemukan pada pohon dan tebing.

Madu Sumbawa memiliki  warna dan cita rasa yang bervariasi tergantung pakan yaitu bunga dan  vegetasi hutan tempat berkembang biak. untuk daerah sumbawa sendiri keanekaragaman pakan lebah sangat bervariasi muali dari bunga rumput, bunga pohon "masih banyak dan alami"

Perburuan Lebah Apis Dorsata di pulau Sumbawa sendiri masih tradisional yaitu  perburuan madu dilakukan dengan mencari di tengah hutan atau beberapa pohon yang biasa dijadikan tempat bersarang lebah yang sering di sebut “Boan”, berdasarkan survey yang pernah saya lakukan pada satu pohon (“Boan”)  lebah yang bersarang mencapai 80 sarang (Koloni)di daerah Piong Kore kabupaten Bima,  sedangkan pada tebing biasa mencapai 30  sarang(koloni) di daerah Olat Rawa, Moyo Hilir kabupaten Sumbawa Besar.

Madu Sumbawa memiliki cita rasa dan warna yang beranekaragam tergantung  pakan lebah itu sendiri yaitu bunga pohon, semak, atau  tanaman sesuai dengan vegetasi yang ada di habitatnya. Dalam satu musim warna dan rasa belum tentu sama karena masing - masing koloni (lebah) mengambil makanan berupa nektar dan serbuk sari dari sumber yang berbeda.

Encer tidaknya madu dipengaruhi oleh kadar air madu, kadar air sendiri dipengaruhi beberapa hal antara lain; pengaruh musim hujan/panas, pengaruh pemanenan dan penyimpanan. Pemanenan yang dilakukan pada musim hujan di pulau Sumbawa biasanya memiliki kadar air yang tinggi begitu pula sebaliknya pemanenan pada musim panas memiliki kadar air yang lebih rendah akan tetapi pemanenan pada musim hujan maupun panas bukanlah patokan karena kadar air dipengaruhi juga pada proses pemanenan dan penyimpanan karena madu memiliki sifat “Higroskopis” yaitu madu mampu menarik atau mengikat air dari udara, di pulau Sumbawa masyarakat dalam peroses pemanenan masih menggunakan wadah (ember) yang terbuka dalam proses pemanenan sehingga mempengaruhi kadar air madu.


Dari bebrapa kelompok tani yang pernah saya kunjungi telah melakukan system “panen lestari” yaitu panen dengan memotong bagian madu saja tanpa memanen telur dari lebah dengan tujuan lebah dapat memproduksi madu kembali. Selain itu juga petani diladang mereka membuat “Tikung” yaitu dengan meletakkan bebrapa batang kayu dalam posisi miring diharapkan lebah dapat bersarang pada kayu miring tersebut.
MENJUAL MADU SUMBAWA
Saya menjual madu sumbawa dengan sumber yang jelas merupakan petani binaan KEHUTANAN dan JMHS (Jaringan Madu Hutan Alam Sumbawa)
- Sumber Jelas
- Higienis
- Sistem tiris

Lebih jelas / konsultasi :
edi kurniawan
Hp. 081803630092
PIN : 76125BBE

















MENJUAL MADU SUMBAWA
Saya menjual madu sumbawa dengan sumber yang jelas merupakan petani binaan KEHUTANAN dan JMHS (Jaringan Madu Hutan Alam Sumbawa)
- Sumber Jelas
- Higienis
- Sistem tiris

Lebih jelas / konsultasi :
EDI KURNIAWAN
Hp. 081803630092
PIN : 76125BBE

    MENJUAL MADU SUMBAWA
MADU ASLI SUMBAWA, MADU SUMBAWA, MADU MURNI SUMBAWA, MADU MURNI 100%, MADU BATU DULANG, MADU, MADU OBAT.

Thursday, 17 January 2013

PEMECAHAN KOLONI TRIGONA SP



Bagaimana cara memperbanyak KOLONI TRIGONA sp ?
 
Memperbanyak koloni trigona sp memang terlihat cukup mudah namun tingkat keberhasilan masih 50% menurut apa yang pernah saya lakukan perbanyakan koloni atau pemecahan koloni banyak dipengaruhi oleh faktor lingkungan antara lain :
a. Cuaca
Perbanyakan koloni waktu musim panas atau hujan sangatlah menentukan, karena pada waktu hujan lebah tidak melakukan aktifitas mencari pakan ataupun getah sehingga jika dilakukan pada waktu musim hujan waktu lebah untuk membangun pertahanan sarang lebih lambat sehingga lebah dikerumuni semut sarang berjamur dll.
b. Pemangsa Lebah (Semut)
Perbanyakan dimusim panas maupun hujan tidak lepas dari ancaman khususnya semut. pergerakan semut yang begitu cepat baik itu semut pemakan madu atau semut pemangsa lebah dapat membuat lebah kabur oleh karena itu pada waktu pemecahan koloni terlebih dahulu membersihkan lokasi dari semut atau membuat tempat bebas semut
c. Ketersediaan Pakan 
Ketersedian pakan tentunya mempengaruhi lebah dalam bekerja dengan tersedianya pakan yang cukup lebah pasti berkembang biak dengan baik seperti halnya hewan ternak lainnya.
d. Lebah Ratu
Nah ini ane juga blom tau ilmu pasti apakah ratu lebah terbentuk karena sudah ada calon ratu baru pada telur atau ratu terbentuk karena pemilihan ratu. Kenapa demikian setiap saya melakukan pemindahan  bentuk dan ukuran telur hampir sama dan tidak terdapat ukuran tubuh prajurit yang menyerupai ratu.  meskipun seperti itu terkadang terbentuk ratu baru.
Dari beberapa sarang yang pernah saya pelihara terkadang memiliki  2 dua ekor ratu lebah dalam satu koloni, sehingga jika seperti ini memudahkan pemecahan koloni.

Persiapan 
a. Koloni
Tahap persiapan yang utama yaitu dengan mempersiapkan koloni lebah dengan prajurit yang bayak dan sehat. koloni lebah sehat biasanya terlihat dari perkembangan lebah seperti dari telur dan prajurit yang banyak.
 b. Stup
Stup yang digunakan untuk pemindahan diupayakan tidak terlalu besar atau menggunakan bambu dengan satu ruas. Jika menggunakan stup diupayakan bisa tertutup rapat atau tidak terdapat celah yang memungkinkan semut bisa masuk dengan leluasa.
c. Tempat Bebas Semut
Untuk mengamankan stup pecahan diupayakan bebas dari jangkauan semut yaitu dengan membuat gantungan dengan di ikatkan benang yang telah di berikan oli atau membuat meja bebas semu

Pelaksanaan
  
Ambil koloni yang akan dipecah, kemudian buka tutup dan ambil telur yang banyak kerumunan lebah secukupnya kemudian pindah ke stup barus setelah itu tutup rapat stup baru dan ambil sedikit getah pada pintu sarang lama dan di rekatkan pada pintu  yang telah disiapkan pada stup baru kemudian simpan di area bebas semut. kemudian stup lama dipindahkan ke posisi yang berbeda (sekitar 10 meter) bukan tempat biasa di letakkan dengan tujuan lebah yang bisa terbang tidak kembali ke sarang lama bersama ratu lebah.


Catatan :
Pemecahan koloni dilakukan pada waktu malam hari dengan tujuan lebah yang bisa terbang dapat dipindah pada stup yang baru.




    Selamat mencoba..................
    jika berhasil ataupun gagal mari berbagi pengalaman

    Friday, 11 January 2013

    LEBAH TRIGONA SP (NYanteng) di LOMBOK


    LEBAH TRIGONA SP (NYanteng) di LOMBOK

    Trigona sp adalah lebah kecil menyerupai lalat yang dapat menghasilkan madu dan propolis. Trigona merupakan spesies dari genus Melliponini yang mempunyai ciri khas  dapat  menghasilkan  propolis  selain  madu.  Trigona  merupakan lebah  madu  yang  tidak memmiliki  sengat berbeda dengan lebah lainnya,  sehingga untuk mempertahankan diri  lebah  ini  memproduksi  propolis yang berupa getah.
    Trigona sp di pulau Lombok dikenal dengan sebutan “Nyanteng” (Lombok timur, Lombok Barat) “Keledan” (Lombok Barat, Lombok Utara) NYuktales (Lombok Tengah) dan untuk beberapa daerah di Indonesia dikenal dengan sebutan Kelenceng, Kelulut dll
     
    Trigona sp di Lombok pada umumnya banyak kita temukan dipemukiman masyarakat mereka hidup dan berkembang biak secara liar pada tempat tertentu yang disukainya, di Lombok sendiri trigona banyak kita temukan pada tiang bambu, pada batu, pondasi rumah, kayu lapuk, batang kelapa dll.
    Trigona alias “Nyanteng” sebenarnya tidak asing lagi bagi masyarakat Lombok,  Madu ("manisan") dan Getah (propolis) trigona sudah banyak dimanfaatkan sejak jaman doloe  dimana getah (propolis) digunakan untuk menyambung benang yang putus dan merekatkan dalam proses pembuatan kain tenun sasak dan madunya selain dikonsumsi digunakan untuk obat seperti obat  luka, obat patah, obat penyakit dalam dll. Manfaat Nyanteng sebenarnya sudah banyak diketahui oleh masyarakat namun masih banyak masyarakat belum mengetahi teknik budidaya lebah ini.
    Budidaya trigona di pulau Lombok  sudah mulai dilakukan oleh beberapa peternak baik itu dikabupaten Lombok Timur, Lombok Barat dan Lombok Utara. dimana dibeberapa peternak sudah memiliki sekitar 15 s/d 800 koloni/stup per orang dan untuk ukuran stup masih  bervariasi tergantung peternak karna belum ada standar ukuran stup.

    Budidaya lebah ini sendiri tergolong mudah dan murah berbeda dengan lebah lainnya dimana lebah trigona ini tidak mudah kabur, tidak memiliki sengat dan tidak terikat pada musim panen (tidak harus tepat waktu)  namun kekurangan lebah ini produksi madu sangat sedikit dibanding lebah lainnya yaitu untuk mendapatkan madu 1 (satu)  liter madu membutuhkan waktu hingga satu tahun namun kekurangan itu bisa ditutupi dengan melakukan perbanyakan koloni/stup karena trigona bersifat bertahan atau tidak mudah kabur.
    Madu NYanteng, untuk sekarang ini untuk pasaran belum begitu dikenal masyarakat lokal, karena untuk di pulau Lombok produk madu yang dijual masih madu Sumbawa karena madu trigona tidak sebanyak madu sumbawa. untuk harga madu  cukup bervariasi tergantung pemasaran yaitu satu botol madu trigona harganya berkisar antara  Rp. 125.000,- s/d 200.000,- per botol/600cc sedangkan madu sumbawa berkisar antara Rp.100.000,- s/d 150.000,-/ botol 600cc.
    Untuk meningkatkan pendapatan masyarakat dari budidaya lebah trigona sp perlu dilakukan sosialisasi dan pelatihan  pelatihan tentang budidaya lebah trigona di Lombok   supaya masyarakat dapat memanfaatkan lebah trigona yang semula dibuang menjadi mata pencaharian atau minimal untuk konsumsi keluarga.



    Ada beberapa kelebihan Trigona :
    a.       Tidak memiliki sengat
    b.      Tidak mudah kabur
    c.       Pada malam hari tidak keluar dari sarang
    d.      Memproduksi propolis
    e.   Pemanenan tidak harus tepat waktu


    Semoga Bermanfaat...




    Lebah Ratu Trigona, Lebah Kelenceng, Lebah Kelulut, Budidaya Trigona Sp